Bijaklah Menilai Sebuah Aturan

Hari ini gue ada di rumah RO Ulin Banjarbaru. Yang gue lakukan adalah nulis. Nulis bagi gue adalah hal yang kampret baik untuk dilakukan. Asyiknya nulis itu adalah kita bisa berikan opini pada umum tentang apa yang kita pikirkan. Tak khayal banyak penulis idealis bermunculan. Tapi yang gue cermatin juga banyak penulis berhaluan kalau ada masalah eh malah berikan solusi praktisnya. Artinya ada perbedaan. Ngomong-ngomong masalah perbedaan, tentu kita sepakat kalau perbedaan adalah rahmat yang harus disyukuri. Namun di satu sisi, kita dituntut untuk berikan solusi ideal yang mampu membungkam semua masalah kalau muncul sewaktu-waktu.

Katakanlah kalau ada masalah pedofilia, dimana ada sebuah penyakit yang menyerang pada seorang manusia, singkat kata pedofilia ini adalah kelainan seksual, korbannya adalah anak-anak. Jadi ngeri sendiri gue kalau ngelihat kasus di televisi.

Untuk menyelesaikan kasus tersebut perlu adanya hukum yang tegas dan tidak terkesan bencong.Kalau hukum di Indonesia ini kuat pasti pelaku kejahatan akan takut. Nah berbicara masalah hukum yang paling tegas adalah hukum Islam. Sangat sempurna banget bila berbicara hukum dan aturan yang satu ini.

Tapi anehnya banyak yang enggan menerapkan hukum tersebut di tataran negara, ada yang beralasan di Indonesia ini agamanya beragam lah dan sampai pada alasan itu gak boleh diterapin sebab berbau SARA.

Hmmm, jadi puyeng gue sebenarnya menjelaskan tentang SARA ini.Nampaknya masalah SARA masih aja jadi persoalan, padahal kalau mau melek sedikit saja tentang Islam secara keseluruhan, maka Anda akan menyebut tata aturan hidup Islam ini sungguh mempesona, tak hanya berikan kesejahteraan namun keadilan pada yang muslim dan yang non musim, tentunya tak ada yang di diskriminasikan.

Intinya gue mau berikan sebuah penjelasan aja, kalau kita mau hidup sejahtera kita seharusnya mau melihat dengan bijak aturan mana yang lebih pas untuk manusia. Kalau kita berharap pada yang namanya sistem demokrasi. Ah sudah lah itu sistem kampret tidak baik untuk diterapkan. Banyak kejanggalan bila sistem itu diterapkan.

Maka dari itu pesen gue cuma satu, Bijaklah Menilai Sebuah Aturan. Katakan jika aturan tersebut baik untuk diterapkan maka terapkanlah. Suarakan sekencang-kencangnya agar rakyat tahu aturan siapa yang sebenarnya pantas untuk berjaya. Tak lain dan tak bukan adalah sistem syariah Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s