Simbiosis Mutualisme

Hoaaam, rasanya pengen ngantuk tapi tangan gue mau ngajak terus buat menari-nari sambil disko di atas keyboard laptop.

Hari ini gue ada di rumah ridho sama hendi, mereka baek semua bisa berikan tumpangan buat gue untuk tidur.

Jarang-jarang punya temen kaya gini, ada misi tertentu sebenernya gue nginep ke rumah mereka, gue bisa puasa besok, soalnya kalo gue sendiri, biasanya gak bangun buat sahur, makanya gue nginep.

Ini semacam kaya simbiosis mutualisme, sesama umat Islam itu adalah saudara , jadi ibarat kata kaya mendarah daging perasaan dan kecintaan terhadap saudara, ya tepatnya dalam dekapan ukhuwah kita saling mengerti.

Di dalam rumah ridho ada 4 orang, si hendi, si ridho, si cengking sama si gak tau.
Si cengking gak tau namanya, sama halnya si gak tau tadi…untuk lebih enaknya, kita sebut sic eking tadi dengan nama udin, dan si ‘gak tau’ tadi dengan nama kutil.

Tapi mereka baek semua sama gue….bisa dikatakan penghuni rumah yang gue tempatin adaah malaikat berwajah amat sederhana semua, tapi hatinya amat mulia….kalo di andai-andai kan orang berhati mulia itu wajahnya bersinar…gue gak bisa bayangin wajahnya ridho nanti bersinar, mungkin kaya sinar bohlam Philips yang tahan 15 tahun….sedangkan si hendi wajahnya kaya lampu bohlam Philips 10 tahun…sama-sama bersinar.

Di dalam rumah ini gue belajar tentang dalam dekapan ukhuwah islamiyah yang sungguh tinggi maknanya, intinya kita perlu saling bersahabat apalagi sesama muslim, jangan sampe bertengkar, atau cakar-cakaran rebutan foto Girlband JKT 48…

Biasanya kalo di rumah yang gue inep ini, ridho sewaktu-waktu bisa bernyanyi mendadak, gue sebagai manusia biasa jadi kaget, gue tersentak mendengar suaranya yang serak-serak becek gak ada hujan gak ojek…

Waktu itu dia nyanyi ‘separuh aku’…gue ngebayangin kalo ridho nyanyi sama almarhum krisbiantoro….pasti Cinta Laura iri dan nangis 2 hari 2 malam 2 jam 2 menit 2 detik karena merasa tersaingi…..kalo mereka duet mungkin bisa dapat penghargaan piala citra award sampe 12 kali….

Sekedar pemberitahuan ridho sama si hendi orangnya supel habis, waktu kami beli roti bakar bandung, kami sempetin beli obat kulit, obat kulit itu hendi yang merlukan, nah kalo gue mau beli masker….untuk keren-kerenan aja di jalan, jadi kaya ninja sarap sambil nunggangin motor supra fit gitu….

Habis dari apotek beli obat kulit dan masker, kami langsung ke tempat jual roti bakar di dekat bundaran Banjarbaru…kami sabar menungggu, menunggu kami ini punya style, style yang dipake adalah gaya topang dagu…..jadi kami duduk sambil dagu di topang pake tangan….

Gue pewe banget kalo duduk di tempat bangku paman roti bakar tadi, berasa kaya nongkrong….
Hari-hari kami sungguh luar biasa, kami saling bersimbiosis mutualisme,,,kadang mereka yang bangunin gue, dan kadang gue yang bangunin mereka serumah buat sahur di bulan syawal….kadang kalo mau jahil,gue biarin mereka terus tidur tanpa sahur….mehehhehe….

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s