Ngaku Keranjingan Nulis

Gue ngerasa nyaman aja kalo nulis, asli gue keranjingan nuis, menulis bagi gue adalah nafas yang harus di hidupkan terus menerus.

Asli gue suka banget nulis.

Banyak yang memang gak bisa nulis, kemungkinan besar mereka tidak rajin berlatih aja.
Yang paling gak bisa gue mengerti adalah, kegiatan kuliah gue nomorduakan, nah kalo yang ini jangan ditiru ya. Tapi tenang aja, nilai gue aman-aman aja kok, kemungkinan besar gue lulus sesuai dengan harapan dan rencana gue. Makanya tiap hari gue berusaha sebisa mungkin untuk bisa menyeimbangakn hobi nulis ini dengan kegiatan yang lain.

Kegiatan gue itu banyak ternyata, bukan maksud gue sombong lho ya ,bukan :
1. Gue sebagai wakil ketua BEM fakultas Kedokteran periode 2013-2014
2. Gue mahasiswa PSKM tingkat akhir
3. Gue suka nulis
4. Gue sibuk kuliah
5. Gue juga berwirausaha yaitu ngadain event-event yang sifatnya kondisional

Satu kegiatan yang gue gak kerjain lagi yaitu les privat anak-anak SD dan SMP, gue merasa terbantu memang pada awalnya karena uangnya banyak, tapi setelah mengalaminya, gua merasa eneg sama les privat, uangnya sedikit, emosinya malah nambah karena anak yang di privatin suka main games mulu. Makanya gue berhenti, alasan gue bisa diterima sama si emaknya anak yang di les privatin, gue berdalih fokus skripsi. Jadi itu memungkinkan untuk diterima alasannya. Daripada gue beralasan, kaki saya bengkak bu, bengkaknya di gigit semut hitam. Kan gak mungkin.?

Oh ya satu lagi gue sibuk skripsi yang kedua, skripsi hasil akhir tepatnya. Makanya mahasiswa PSKM sangat sibuk. Mungkin sesibuk-sibuknya Raditya Dika sebagai artis, masih kalah sama kesibukan mahasiswa PSKM FK UNLAM Banjarbaru. Beneran gue bisa jamin.

Nulis bagi gue kehiduan tapi juga kematian kalo yang disampaikan gak berguna. Makanya dari dulu gue suka sama komedi, nah gue coba aja nulis dengan sense humoris tapi yang disampaikan adalah pesan-pesan baik yang jelas, misalkan jangan ngupil di depan Pembantu Rektor 3.

Gue juga mau sampaikan bahwa “Mari terapkan syariah Islam di kehidupan kita”. Biasanya umat Islam sekarang pada lupa kalo gak diingetin. Makanya gue inisiatif sendiri, ya walaupun tulisan gue ini bisanya gue post kan di facebook doang tapi gue yakin suatu saat akan banyak di baca orang.
Pada dasarnya sorang penulis dikatakan berhasil jikalau dia dihargai tulisannya, sang penulis punya idealis tertentu, dan sampai kapanpun idealisnya gak pernah akan luntur. Kemudian yang gak munafik juga, gue pengen ngincer duit, tapi kalo dipikir-pikir, uang bukan segalanya, yang penting hobi nulis bisa tersalur….

Semoga kita bisa nyaurin bakat kita sampai kapanpun asalkan dalam koridor syariat agama islam.
Oh ya jangan lupa sholat, penting tuh….:)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s