Di Antara Dua Pilihan

Saya bingung menulis yang baik itu seperti apa sih, dari tahun 2011 lalu , tulisan saya genrenya adalah curhat diari, dan terkadang saya merasa eneg juga, dan setelah saya temukan komunitas yang menurut saya adalah paling baik, maka saya menemukan kebingungan saya, ditambah lagi komunitas itu adalah komunitas ideologis, sedangkan saya tulisannya seperti curhat begitu, mana mungkin saya bisa menulis curhat ideologis?

Ah saya jadi pusing, saya pernah menemui buku yang memotivasi, inti buku tersebut adalah yok kerja keras, setiap apapun yang kita temui, kita harus bisa menempatkan diri di berbagai waktu dan berbagai tempat. Lantas saya berpikir untuk tidak menghilangkan sifat tulisan diary curhat ini, apakah bisa ya curhat ideologis digunakan dalam tulisan, saya?

Ketika saya menulis di kegiatan saya ini, jujur saya temukan berbagai macam keunggulan, di antaranya adalah hasi karya tulis saya banyak, dan saya suka akan hal ini, dan ini saya kembangkan terus menerus, dan akhirnya terbukti, karya tulis saya sangat banyak, berjibun kemana-mana, soalnya saya tipe penulis acak abstrak, kemana-mana saya tulis, bisa ke blogger, ke wordpress, ke facebook, dan twitter.

Namun kenbingungan saya itu kadang sirna ketika ada bisikan untuk menutup anggapan miring. Saya juga merasa ketika saya ingin menuliskan sesuatu yang berbau kefokusan, misalkan saja saya mau terbitkan buku kepemudaan, maka otomatis di hari berikutnya saya tak bisa kurungkan niat untuk menulis di luar konteks kepemudaan, nah inilah kebingungan saya bermula. Kata orang kita harus punya passion, dan saya merasa ada passion jika saya terus menerus menulis tanpa ada genre yang memfokuskan, apakah saya pilih cara saya sendiri atau pakai cara orang lain yang sudah berhasil?

Ah saya lebih baik memilih apa menurut saya baik saja deh. Saya yakin saya pasti lebih unggul dari passion mereka yang focus kalo menulis itu, saya lebih memilh, kalo saya mood nulis ini, ya saya tulis tema ini, kemudian saya kumpulkan, dan kalau memungkinkan, saya bukukan, tentunya harus sesuai keinginan saya juga. Sebab saya berpikiran, keberhasilan itu bukan ditentukan oleh orang lain namun diri kita sendiri tentunya dengan berdoa kepada Allah.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s