Oh Ternyata….

mau nulis apa saya sekarang?

mungkin A atau B, hanya saya yang tahu, dan yang tahu isi otak saya ya saya sendiri. Kemungkinan setiap orang punya kelebihan dan seiap orang juga punya mental untuk memberontak.

Ada juga yang bertipe memperbaiki, dan ada pula yang istiqomah saat dia memilih sesuatu.

Ya peran lingkungan sangatlah luar biasa, dulu saya pernah diajak seorang sahabat untuk masuk tarbiyah namun saya tak cocok, jiwa saya adalah jiwa revolusionis, saya tidak tahan bila lihat sistem Allah tidak dipakai, saya ingin bersuara sekencag-kencangnya degan dalil cantik dan mempesona setiap orang.

Kadang tulisan saya penuh dengan intelektual dan kadang hal itu membuat lawan politik jatuh dan terkadang pula tersingguh sangking saya suka dengan dunia tulis menulis, bisa saja saya datang langsung ke orang tersebut yang saya anggap melawan. Dan bisa saja saya diamkan, sebab orang tersebut tak punya kekuatan apa-apa.

ya begitulah saya, ini bagi yang pernah tanya dengan saya langsung dan ada pula yang ngefek lewat status. Saya termasuk berani katakan benar adalah benar, salah adalah salah, jiaklau lawannya itu adalah sahabat saya sendiri namun berbeda pandangan gerakan tentu saya lawan. Saya tak mau kalah, sebab saya diajarkan untuk tidak pernah menyerah, untung saja patokan pergerakan saya adalah ikuti dakwah Rasulullah SAW dan ikuti Al Quran dan Assunnah dan ketahui persis cara gerak Rasul berpolitik itu seperti apa.

Saya juga kenal dengan jelas petinggi petinggi BEM KM dan HIMA, serta BEM daerah lainnya, wajah saya nampaknya cukup dperhitungkan di kancah opini dunia maya. Wajar saya tak muncul karena tugas dengantugas datang menghantui saya, baik tugas mata kuliah ataupun tugas skripsi yang harus dijelaskan. Tapi yang jelas darah suka politik itu di turunkan oleh ayah saya sendiri. Ayah saya orangnya luar biasa saat menganalisis, mungkin dari beliau lah , kemampuan politik itu diturunkan pada saya. Thanks for Allah dan Bapak saya… semoga bapak saya diberkahi terus-menerus oleh Allah , aamiin…

Sampai sekarang pun saat beliau mengajar lisrik di SMKN 5 , beliau tetap awasi kondsi perpolitikan di Indonesia. Memang benar, terkadang untuk menjadi hebat itu bisa juga di rumah dari segi passion yang disukai yaitu mengamati dan berikan solusi. Seadainya bapak saya masuk perpolitikan di Kalsel dan pengaruhi banyak orang, tentu saya semakin asyik pula dengan bidang yang saya sukai itu.

Apa yang saya tulis ini memang kenyataan, saya kenal dengan Zayed, Pazri, Masbukhin, dan Hadi, beliau beliau cukup diperhitungkan dalam berikan hembusan gerak politik di kampus terutama di BEM KM UNLAM. Hadi dari HMI, dan sisanya dari KAMMI….

Dan saya dari GEMA Pembebasan, dan saya suka bidang saya, dan saya tetu suka passion saya di ranah politik kampus🙂 jadi ilmu eksehatan masyarakat didapat, dan ilmu politik jadi hobi sambilan, sungguh senang saya ini , alhamdulillah🙂

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s