Antara Kumis dan SBY

Bagi saya kalo kretivitas itu ya musti ditunjukkan, entah itu ngerjakan apapun ataupun hobi masing-masing. Semuanya fix dan bisa kita kerjakan. Mahasiswa contohnya, pasti bisa lakukan hal lebih di masa fakultas, makanya saya paling gak bisa kalo berdiam diri di rumah kalo gak percaya , Tanya aja sama bagus, gak terlalu lama saya di rumah, nah kalo gak percaya lagi silakan Tanya sama bapak saya, bapaks aya itu kumisnya tipis, dulu lebat, tapi sekarang dia cukur, kuncinya Cuma satu kalo mau kumisnya tipis rapi nan kemilau , yaitu jangan di shampoin plus jangan di sabunin, biarin aja tumbuh dengan sempurna, biasanya kalo sebuah rambut mau dicukur dan telah tercukur gitu eh mlaah dia tumbuh lebat dengan indahnya. Bagi saya kumis itu musti tipis aja, saya gak suka sama kumisnya hitler, bukan apa atau apa, tapi kalau punya kumis kaya hitler entar diketawain . Saya gak suka kumisnya hitler karena kasian istrinya nanti, pengen nyium eh malah geli.

Sama halnya dengan ingin mencapai cita-cita, yah sangat wajar bila kita ingin sukses namun harus laui cobaan yang diberikan oleh Allah, sebuah pedang tajam itu akan sangat tajam dan tak akan tumpul bila pedang itu diasah terus menerus dan ditempa dengan perjuangan dan perlakuan yang tepat, nah begitu juga kalo kita pengen tajam, ya musti kaya pedang itu, tempaan pedang itu ibarat kita di dunia adalah cobaan. Percuma bila kita jadi mahasiswa instan, kita musti ada nilai plus di mata masyarakat, entah jago ngeband kek atau bandnya terkenal, tapi saya saranin jangan kelebihannya suka ngomong tapi gak asksi, sudah banyak di negeri ini orang yang suka ngomong tapi lemah di aplikasi, dan yang adapula orang yang jarang ngomong di media trus aksinya sama sekali nol besar. Lebih baik kita suka ngomong yang bermanfaat saja plus ditambah lag dengan aksinya yang luar biasa juga. Jadi seakan akan kita gak menelan ludah sendiri kaya SBY. Dulu SBY gak mau jadi ketum setelah jadi presiden, eh tapi partainya bergejolak, jadinya mau gak mau dia musti jadi ketum, otomatis negeri Indoensia ini dipimpin oleh pemimpin yang tak konsisten, malahan si SBY sekarang menjabat 2 pimpinan, emang pusing banget tapi itulah kenyataan yang harus di lalui SBY.

SBY menurut saya tahu tentang Islam sebagai rahmat seluruh alam, dari mengatur urusan masuk toilet sampai membangun negara islam, saya yakin SBY tahu akan hal itu, namun pemikirannyalah yang membuat dia bertekuk lutut sama Barat kapitalis Amrerika dan antek anteknya. Walhasil dia dikenal sebagai presiden yang seperti anak manisnya Amerika, yang mau di cocok hidungnya seperti kerbau. Sungguh mirirs sekali SBY ini.

Dia juag saya nilai takut unutk dirikan negara Islam sebab dia hutang dengan IMF. IMF kan milik orang Barat dan punya hubungan dekat dengan Amerikas ang penjajah, secara otomatis pengen sesuatu yang lebih harus tunduk dulu pada sang asing. Miris banget ya.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s