4 April (butek)

Butek yang saya rasakan ini kayanya gak seberapa dnega oran orang yang sedang kesusahan, orang orang yag sedang kesusaan saat ini di jalanan jayanya masih sakitan saya, walaupun saya tergolong orang orang yang berada,namun saya prihatin terhadap diri saya sendiri, enah kenapa saya meraakan tngkat manajemen program studi kesehatan masyarakat sangat meningkat terus menerus, dari semester 1 sampai semester 6 sungguh luar biasa sekali, tugas,makalah, laporan , kunjungan lapangan, belum lagi persiapan UTS dan UAS, dan belum lagi maslaah kehidupan pribadi yang cukup memekakkan telingan. Saya tak setuju dnegan system pembelajaran yang ukup menyakikan hati ini. Mungkin akkaka tingkat yang sudah lulus telah merasakan hal ini, namun secara pribadi saya sangat tidak setuju.Seharusnya dari semester 1 sampai semester akhir , harus ada jeda tingkat kesibukan, sehingga tidak memberatkan mahasiswa tingkat akhiryang sedang focus skripsi, mungkin saya ecewa, namun di sisi lain, pelajaran lah yang menentukan hal itu.

Pelajaran di tempat kami sangatlah berat, Ilmu kesehtana masyarakat terintergrasi sungguh menyakitkan hati, belum lagi maslah la[oran yang dikonsulkan harus di revisi lagi, ah sungguh nasib-nasib, mengapa harus begini? Sangatlah tidak adil sebagai pakar pedidikan memberikan sesuatu ayng cukup beart pada mahasiwa. Mahasiswa juga manusia , belum masalah skripsi yang menanti revisi, laporan juga seperti itu, sanagt tidak adil, akankah semua ini juga berdampak pada adik tingkat kami? Mungkin iya dan mukin tidak, selama tingkat manajmene kesibukan mahasiswa tidak diatur sedemikian rupa, maka selama itu pula lah, mahasiswa kesehatan masyarakat merasakan tingkat stress yang cukup besar.

Ada maslaah psikologi yang cukup merasuk dalam hati saya, sungguh ada perasaan yang cukup tidak baik melihat kesibukan yang saya alami seperti ini, walau saya di PSKM saya merasakan betul efek psikologis mahasiswa.Cukup menyakikan hati dan keadaan, ini sungguh salah system, dan saya menilai secara pribadi, harus ada yang dperbaiki dari system manajemne kesibukan dan sstem pemberian tugas dan system revisi laporan yang memilukan hati juga. Seharusnya PSKm dipegang oleh orang-orang yang ahli dalam bidangnya tersedniri, kalau begini caranya PSKM akan mencetak mahasiswa mahasiswa yang cukup stress setelah lulus, lantas tidak bisa berkembang untuk berkarya. Saya dengar ada yang melanjutkan S2, dan ada pula yangs ednag melamar pekerjaan, ya, itu cukup bagus, namun bagaiman bisa maju sebuah abngsa bila kita tak mendobelkan diri sebagai pengusaha. Menjadi ahli kesehtan masyrakat juga boleh,namun saya harus emberikan solusi, menjadi pengsuah juga wajib.Sebab Rasulullah SAW, juga berdagang, sepantasnya kita meniru beliau. Berdagang adalah pekerjaan yang terbaik, ya namnaya besarnya dan kerennya bisnis.

Harus ganti system manajmene kesibukan di PSKM iji, saya tak ingin PSKM mencetak lulusan lulusan yang hanya pandai mengola laporan lantas hilang begitu saja ilmu PSKM nya, sungguh mris, kebanyakan di tao manusia anak PSKM itu sangat bingung nantinya setelah luus, Karen asaya rasakan tidak ada jeda istirahat antara memikirkan cita-cita dan menentukan pandangan hidup. Sungguh miris melihat system pendidikan seperti ini, saya ingin berontak dan meronta, namun saya tak bisa, ingin pula saya mengusulkan sesuatu namun saya pikir itu sagatlah percuma,mungkin hanya mengubah sistemnya menjadi sekiatrnaik 15 % saja, sebab yang menentukan system manajmene pendidikan itu baik adalah pemegang coordinator mata kiuliah itu sendiri, selama tidak memahamai perasaan mahasiswa maka akan hansur generasipendidikan Indonesia.sungguh miris.

Sehausnya system pendidikan Indonesia itu mengaca pada Islam, tidak hanya maslah dunia saja yang diurus namun maslaah ukhrawi serta masalah akhirat juga di urus. Percum dong bila nantinya lulusan hebat di dunia namun tidak berakhlak mulia seperti Rasulullah SAW. Sungguh perjuangan besar untuk menapai kemuliaan itu.

Ingat saya menulis ini adalah untuk memberikan masukan. Tak ingin apapun, mungkin tulisan ini bisa salah dan bisa juga sangat benar.

Semoga saja dalam waku dekat ini Suriah adalah tempat berdirinya khilafah Islmaiyah, sehingga bila sudah terbentuk akan langsung memebebaskan negeri negeri yang belum sempurna realisasikan syariat Islam terhadap masyarakat. Sekali lagi ini salah system. PSKM hanya memberikan SKS 2 buah saja pada agama, dan itu pun belum tentu ingat juga si mahasiswanya, saya sendiri untuk melengkapinya adalah dengan rajin membaca di perpus, jika saya ingin damai maka cukup baca Alquran dan sholat , inilah yang saya lakukan, saya tak ingin stress, sebab Allah akan bantu hambanya bagi siapapun yang kembai pada Allah, maksudnya adalah menginat Allah kembali, sebab Allah maha pemberi kekuatan yang lebih, maka barang siapa yang mengeluh akan sakit nantinya, dan tak beruntung.

Semoga saja janji Allah cepat terealisasikan.Aamiin.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s