Komunitas Pilihan

Komunitas Baru

Komunitas saya pada akhirnya jatuh pada kepenulisan, entah kenapa saya milih itu, tapi yang pasti sehari-hari saya sellau berkutat pada kepenulisan, entah apa yang diceritakan atau bagaimana cara menuiskannya. Inilah yang jadi pilihan saya, ini pilihan yang amat sulit sebenarnya,apakah menjatuhkan hati pada bidang kesehatan,wirausaha, atau politik. Namun yang sudah pasti , hati saya terpaut pada kepenulisan, namun hati saya berkata di lain hal juga suka dengan bidang yang saya sebutkan di atas.Saya suka juga politik dan bisnis, namun jawabannya sudah ada di kepenulisan, apapun yang saya tulis bisa juga disebutkan bidang yang saya suak itu. Saya bisa menulis tetang bisnis, kesehatan, politik dan lain hal. Yah inilah kelebihan kepenulisan, bisa dijadikan bisnis , dan buku sudah dicetak , saya dipanggil di berbagai event. Inilah yang saya suka, berbagi ilmu dan berbagi manfaat pada sesame. Ini yang hati saya pilih, kepenulisan yang menjadi tempat hati saya berlabuh.

Namun tak sampai dis itu saja, saya harus condong pada komunitas tertentu yang pemiirannya sudah jelas terarah sukses di dunia akhirat, yap kepenulisan itu harus ada cirri khasnya, bila tak punya cirri khas maka tak bisa menjadi luar biasa kepenulisan kita.

Yap komunitas FLP bisa jadi pilihan saya, dan Hippocampus di kampus saya menjadi pilihan kedua, saya suka dengan komunitas bisnis dan saya berinisitaif untuk mengolah kepenulisan itu bermotif bisnis, yah itu bisa sekali.Logikanya sederhana, bila kita suka sesuatu pasti kita akan luar biasa di bidang itu, tanpa disuruh kita langsung bergerak dan langsung berikan kontribusi nyata dan sunggu spektakuler.

Ya kita perlu komunitas untuk mendukung keahlian yang kita suka.

Pilihan terbaik

Pilihan itu pada awalnya emang sulit, terkadang kita agak susah memiih yang mana lebih baik sesuai selera kita, sekali lagi masalah selera ini sangatlah berpengaruh terhadap ke ‘expert’an kita di suatu bidang.Banyak teman saya yang sampai sekarang justru berkutat pada itu itu saja, hidunya berputar untuk mencari kesenangan duniawi saja, namun pikirannya tak jauh sampai ke depan yakni memikirkan akhirat , dimana urusan akhirat itu adalah penting. Seakan-akan pilihan itu taknada di benak mereka, ya saya hanya bisa menasehati sekalgus mendoakan agar teman –teman saya bisa menjadisukes dunia akhirat seperti sahabat Rasulullah SAW.

Pilihan itu harus ditentuka sekaranf, apabila perlu konsultasi maka bertanyalah dengan baik dan di waktu yang tepat. Ya memang pilihan itu sangat memusingkan dan memilukan hati serta terkadang menggalaukan hati dan pikrian, tapi tenang saja , semua kesulitan pasti akan hilang bila kita tetap terus berpikir postif dan bekerja optimal serta diiirngi doa pada Allah.

Latihan

Saya mengalami kesulitan pada awalnya, ingin latihan saya terkadang sifat moodybdatang begitu saja. Sifat moody inilah yang harus kita tekan sampai habis.Padahal otak kita seliweran ide ide yang cukup brilian, bagi saya satu saja solusinya yakni langsung tulis, dimanapun engkau beada. Sebab pandangan saya pribadi, kita harus menghargai ide yang diberikan oleh Allah di dalam otak kita. Bisa jadi ide kita itu bermanfaat pada orang sekitar, dan itu jadi amal jariyah bagi kita sendiri, bermanfaat bukan? Ya tentu bermanfaat.

Pengulangan

Latihan akan mandul dan bersifat sia-sia saja bila kita tak mengulang, saya teringat waktu membaca dan menulis di kelas SD dulu, saya sering menulis sesuatu, dan sampai sekarang saya masih ingat alur cerita tersebut. Ini mengindikasikan bahwa pengulanagn itu membuta memori yang sangat kuat, maka dari itu belajar membaca, menulis, dan diulang-ulang dalam waktu sedemikian yang kita tetapkan akan membuat kita cerdas dans elalu ingat apa yang kita lakukan tempo dulu. Sungguh luar biasa sekali makna dari ‘repetition/pengulangan’ ini. Wajib dicoba, dan laksanakan saja sekarang, ya mulai dari detik ini juga.

Prestasi kepenulisan

Presasi kepenulisan haruslah terus maju, jangan stagnan,kalau bisa dalam setahun sudah bisa keluarkan buku sebanyak 5 atau 6, ya itu harus dicapai, bagi yang belum bisa nulis, tenang saja, suatu saat tangan anda bergerak dengan sendirinya atas perintah otak anda. Tapi satu solusi yang ingin saya sampaikan ,apabila otak anda terbersit untuk menyuruh tangan anda untuk menulis maka taatilah, taatilah otak anda, dan tangan Anda harus bergerak muali detik itu juga walaupun kodisi anda tidak moody.

Prestasi itu gampang dicari dan gampang dibentuk, asalkan kita ada kemauan untuk mencari pretasi kepenulisan itu. Semua ada ditangan Anda….

@wibisono77

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s