Allahu Akbar !

Menanti adalah perbuatan ytang cukup memberikan pelajaran bagi kita untuk sabar. Semuanya tak mudah. Apalagi kalau menanti sebuah revolusi di Suriah, itu hanyalah contoh sedikit. Revolusi di Suriah gue pengen nantikan, apakah ini membawa perubahan bagi dunia atau tidak?

Bila ini tercipta sebuah kekhilafahan Islamiyah, sudah pasti pekik takbir dan hamdallah sangat banyak dilakukan oleh orang banyak.

Menanti memang perbuatan yang baik apabila kita sabar, jangan marah terhadap orang. Bila kita merasa menjadi pribadi yang baik tentunya kita harus sabar. Sabara adalah perkara yang sulit untuk dilakukan, pernah suatu ketika gue gaks abar sama orang yang kerjanya lelet dan kerjanya hanya tidur di di rumah dan pikiran pandangannya itu pragmatis.

Kata dokter fauzan dan kata orang banyak yang sholeh , kita gak boleh pragmatis , kita gak boleh pesimis untuk membangun karakterIslam dalam pribadi manusia, kita jangan pseimis terhadap hasil yang akan diterka nanti, yang penting itu gerak. Argo pahala kita banyak banget kawan, tenang aja, seuntai kata untuk menassehati orang agak menjadi baik itu sudah cukup bagi Allah untuk menyuruh malaikatnya mencatatkan pahala di sisi kanan kita.

Pahala kita bak gunung besar, bisa pula bertambha dan bisa pula berkurang. Tenang kawan, kita jnagan terprovokasi dengan partai partai lain yang bersifat agungkan demokrasi.
Bila kita ingin Islam jaya, ideology islamlah yang harus dipakai. Sikap disiplin dan menghadiri kajian yang etpat waktu itu harus ditanamkan, jangan kalah sama orang non muslim. Semua orang bisa disiplin namun kenyataan demikian berkata, mengaap Islam orang orangnya tidak disiplin mengahdiir sebuah acara atau menepati janji. Janji adalah hutang, tak boleh seseorang lelet dalam waktu lewat dari 15 menit, itu prinsip. Masa’ kalah sama orang Jepang yang dominan orang non muslim.

Kita juga jangan banyak bergerak namun tidak tahu apa hasil yang diperoleh nantinya. Layaknya planning yang matang insya Allah akan berikan action yang memiliki ruh islam yang matang serta hasil kita serahkan pada Allah, harapan kita hasil baik , proses baik, dan sesuai ajaran Islam.
Hu Akbar di tempat umum, Masih ingat dengan orang yang bertipe demokrasi. Pastinay mereka enggan emnyebut nama Allah. Entah karena malu atau kenapa, yang penting mereka bertipe demokrasi dan berhaluan pemikirian yang rusak. Bila orang memiliki ideology Islam menyikapi hal ini , mereka pasti tidak tinggal diam. Mereka saling emnasehati dan tangannya merasa gatal$ untuk beri nasehat pada sesama.

Menanti sembari memperbaiki diri serat mempererat tali silaturahmi yang di genggam sekuat kuatnya.
Bila kita ingin menanti kejayaan Islam sungguh harus sabar jurusnya, sembari akhlak mulia diterapkan juga sudah pantas kita ucapkan pekik takbir yang cetar membahana, serta memiliki planning yang matang mau dibawa kemana diri ini. Nafsiyah Islamiyah harus dikokohkan dengan baik, pemikiran Islam boleh baik namun jangan melupakan nafsiyah dan pemahaman Islamiyah ini.

Allah aklan senang bila umatynya kembali pada ajaran islam yang kaffah (total).
Bila diri ini merasa jatuh atas sikap lingkungan kita, mari bangkit !, perjuangan dan PR kitya untuk menyambur bisyarah Rasulullah masih abnyak kawan. Jangan terlena atas lingkungan yang jatuhkan akhlak mulia kita.
Bila kita yakin, bergeraklah sesuai ajaran Allah Al qur’an di mantapkan dalam hati, serta as sunnah dijadikan sebuah pedoman pemiikiran dalam bertindak. Mari Ucapkan takbirr ! Allahu Akbar !.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s