Tertunduk Karena Kagum

Semalam kemarin malam berpikiran untuk belajar ilmu politik, ya sebenarnya memahami esensi politik itu tidak usah baca buku juga bisa namun belajar dengan lisan sesame teman juga bisa, malam tu menjadi malam yang spektakuler bagi gue , dimana melihat diaektika politik yang begitu rumit. Dan gue merasa untuk terus mempelajari dan merasa haus tentang ilmu politik.
Di malam itu ada pertemuan diskusi di masjid, dan gue menyaksikan dengan baik isu isu terhangat saat ini di Indonesia maupun kancah internasional, dari maslaah revolusi di negara Suriah, SBY yang mendapatkan gelar kesatria salib, sambil sampai masalah BBM. Hal inilah yang menjadikan gue tertarik akan hal isu dan politik di negara kita sendiri.
Di masjid itu ada sekitar 25 orang dimana yang gue tahu kebanyakan adalah ustadz ,mahasiswa dan para pakar yang kompeten di bidangnya, sehingga gue merasa dalam sebuah komunitas para intelektual yang bersujud hanya pada Allah SWT.
Banyak yang mau nanya sebenarnya, tetapi di awal rasanya tak ada yang mau mengangkat tangan, akhirnya selama beberapa detik berjalan, gue acungkan tangan, gue menanyakan masalah politik revolusi di Suriah dan ingin memahami geopolitik Suriah sendiri, ternyata ada campur tangan asing yang menginginkan Suriah tersebut menjadi negara demokrasi, namun kebanyakan sekitar 90 % menginginkan syariat Islam dan khilafah Islamiyah tegak dan diproklamirkan di sana, mata gue mulai menyala melihat paparan ilmu yang sungguh jelas dan tegas dari ustadz ustadz yang memang basic pengetahuannya pendidikan dan poltiik, gue merasa nyaman berada di situ.
Setelah dipaparkan gue merasa bahwa poltiik di Suriah saja sunguh luar biasa menginginkan syariah Islam dan khilafah Islamiyah tegak di bumi Suriah seperti yang dijanjikan oleh Allah. Gue merasa miskin ilmu politik walau juga suka sisi luar saja, selama ini gue suka baca buku dan berita nasional, akan tetapi rasanya tidak nyaman pula kalau tidak bertanya langsung dengan pakar .
Gue merasa sombong sedikit pada waktu masuk masjid, astaghfirullah, karena gue maras paham betul akan esensi politik di negara, ternyata masih banyak sekali yang gue belum paham dan belum mengetahui geopolitik yang sebenarnya, akhirnya gue mendapatkan pencerahan, selama kita menjadi manusia yang Berjaya di bumi Allah ini, kita sepantasnya tak boleh terbersit hati untuk sombong walau Cuma 1% saja, itu tidak boleh karena Allah benci dengan orang sombong, walau itu terletak dalam hati , maka kita harus berhati-hati dan terus meminta ampun padaNya.
Itu baru satu ustadz saja yang memaparkan , lalu setelah 5 menit kemudian ditambah dengan paparan penjelasan geopolitik dari ustadz yang kedua. Akhirnya gue tertunduk merasa malu karena kagum.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s