Menulis pengusir ampuh kebosanan

13 Agustus 2011

Assalamu alaikum wr.wb, bro-mbak bro sekalian yang aku sayangi kaya boneka teletubbies. Salam ini hanya untukmu seoarang yang baik deket maupun jauh. Slaam kebanggan umat muslim yang dari dulu sampai sekarang masih berdengung mesra di kehidupan kita. Saat ini aku ingin bercerita tentang kehidupan manusia yang tidak jauh dari kata ‘uang’. Ya, uang kali ini terngiang di setiap benak pikiran manusia. Manusia siapa yang tak kenal uang. Uang saat ini merupakan benda yang amat berharga di jaman 2011 ini. Uang yang saat ini seperti dewa yang suatu saat dapat menjadikan kita meng ‘hamba’kepada uang. Sudah sepantasnya kalau kita ingin memperoleh uang, maka kita harus bekerja. Jangan seperti iklan ‘axiiss’ yang aku lihta di televsii. Di sebutlah ada potongan scene dimana ada orang selalau beroa akan tetapi tak langsung berusaha. Sampai-sampai aku lihat orang d iklan itu berdebu saking asyiknya berdoa. Bajunya berdebu semua. Lantas langsung saja si Joni blak-blakan mengatakan “Paak, jangan hanya berdoa saja, berusaha jugaa”.

Nah dari potongan iklan itu saja kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pribadi yang cerdas merupakan pribadi yang dapat emmikirkan baik-burukya suatu tindakan. Suatu tindakan berdoa memang benar akan mengahrapakan pertolongan ALLAH dikala kita sedang putus asa. Tapi satu tindakan lagi jangan sampai kita tinggalkan juga yaitu berusaha dengan kuat. Kedua factor itulah yang dapat menetukan kinerja impian kita bisa tercapai atau tidak. Maka dari itu perlu kesadaran yang mendalam akan sebuah proses yang dinantikan akan menjadi kenyataan. Eorang presiden sekalipun kalau ia memang tak memiliki ilmu tersebut tentu ia tak bisa menjadi orang terkemuka di negaranya. Itu hanya contoh sebagian kecil dari banyaknya contoh nyata di dunia ini.

Nah sekarang aku ambil contoh nih dari pengalamanku sendiri. Waktu aku menjajaki semester 1 di prodi kesehatan masyarakat. Aku selalu bertemu dengan orang yang banyak sekali aklanya. Cotohnya saja yaitu temanku si Nizar. Dia tipe-tipe suka beribandah dan tak lupa pula berusaha. Dia anak KSI, lantas aku ikuti jejak dia, walau dia bukanlah tipe yang aku tiru dalqm pengemabngan diriku. Aku selalu menconorh orang yang terbaik lalu aku ambil sifat baik itu kemudian aku modif sendiri menurut usahaku. Lalau kujadikan sifat dan kinerja orang-orang yang aku anggap terbaik menjadi pakain sulaman terindah yang nantinya aku pakai.

Nah kita lanjutkan lagi, waktu itu aku ditawari main cabaret sama temen-temen KSI. Dulu aku tak tahu KSI itu apa, hanya yang aku tahu adakah KSI itu sama seperti IRMUS di SMA ku. IRMUS itu ikatan remaja Muslim. Tapi sayang Irmus waktu SMA dulu itu bagiku kurang greget acra-acara yang disuguhkan. Tapi pas aku emnjajaki kampus Kedokteran nah baru terasa atmosfer acar yang dibawakan. Karena suatu organisasi tidaklah hebat kalau pembawanya tidak hebat menghebatkan dirinya sendiri. Singkat cerita aku langsung saja ikut drama cabaret itu. Soalnya aku termotivasi dari sang guru Bahasa Indonesiaku waktu SMA. Soalnya aku pernah dinobakan sebagai actor terbaik waktu SMA. Aku juara 1 waktu itu, kalau tak salah juara 2 nya dalah sahabat ku juga yang sekarang kuliah di Teknik Sipil.

Kemudian kami pun selalu latihan karena hari H sudah dekat. KSi waktu itu mengundang motivator muslim di Jakrta langsung, maka dari itu kata Kak Fajar. Dia bilang “ Kita harus total, walau kalian baru mengenal namnya KSI” . Nha dari situ aku jalani saja. Kami latihan kira-kira Cuma 2 hari saja. Akan tetapi kami bawa serius setipa latihan itu. Tentunya see;um kami latihan kami di suguhkan dengan berdoa bersama dulu. Berdoa dan usaha tak kenal pantang menyerah itu kami lakukan dengan konsisten tanpa mengeluh. Alhasil nantinya akan didapatkan sebuah pencapaian yang prestisius.

Waktu itu aku saat tampil berperan sebagai actor utama yaitu berperan sebagai sang penakluk Konstantinopel yaitu Muhammad Al Fatih. Aku walaupun tak tahu siapa dia. Aku mencoba untuk totalitas dalam berperan. Bayangkan saja pas aku tampil itu , aku memakai baju gamis dan sorban layaknya syekh terkenal. Pas aku keluar penonton yang di sana juga ada seluruh teman angkatanku bersorak sarai tanda gemuruh melihat aku masuk ke panggung teater. Waah waktu itu aku sempat grogi, bakalan di taroh di mana mukaku ini. Jadi actor memang berat. Tapi musuh yang berat bagiku waktu itu adakah gugup. Bayangkan saja, jantungku ini eakan-akan menari dansa ala daerah Brazil campur dansa Tanggo Italia. Gedegap gedegup gedegap gedegup.. Itu bunyi jantungku…berirama tak beraturan. Di tambha lagi waktu itu aku salah ucapan pas tampil tapi tak mengapa, kan namanya cabaret beda banget sama drama sungguhan. Kalau cabaret itu kita Cuma lipsing sama gerak anggota tubuh kita saja. Kalau drama sungguhan, nah itu baru namanya kita musti ngomong plus gerak anggota tubuh kita di gayain supaya penonton berdecak kagum.

Alhasil pas kami ke sesi pertempuran dengan musuh, aku tentu saja jadi komandan tempur. Pada sesi itu kami diceritakan kala dulu, nah baru aku kasih pidato semangat kepada pasukan gagah beraniku unuk pantang mundur dan selalu tetap berdoa kepada ALLAH, karena pasti pertolongan ALLAH itu akan datang kepada orang-orang yang memperjuangkan agamanya ALLAH. Lantas kami bangkit dan sipa bertempur kembali. Nah yang aku senang adalah ending terakhirnya nih. AKu kan bawa pedang gitu, nah pas terakhir pasukanku ka nada di eblakang sedangkan pasukan musuh sudah mati smeua, tinggal komandan si musuhnya aja lagi yang perlu di basm. Terus aku gaya ‘matriks’ yaa kaya gaya lambat gitu lah, dan gayaku yang memakai pedang langsung saja menyabet perut si panglima perang musuh. Daaaaaaaaan, wooooooooooooooooooooeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeooooooowww, hua hua hua hua. Sorak sorai penonton melihat aksi menyabet dan membabat habis panglima perang musuhku di sambut dengan sorak sorai penuh dengan gembira kepuasaan. AKu rasanya telah menunaikan tugas cabaretku. Aku tealh berhasil sempurna di nilai teman-teman untuk menjalankan misi pertunjukkan yang berjalan dengan sukses. Subhanallah, walhamdulillah, wallahu akbar. Aku ucapkan tanda syukur sudah diberi kemudahan dan rahmat dalam menjalankan kegiatan yang berbau agama itu. Memang kalau kita tujuannya baik pasti ALLAH akan senantiasa ada di samping kita sampai kapanpun dan mencatata semua amal kebaikan di sisi-Nya.

Ituah cerita penampilan cabaret pertamaku di fakultas Kedokteran. Menjadi sosok Muhammad Al Fatih merupakan sosok pejuang kebenaran yang perlu kita tiru. Bagi siapa yag mau tahu sama sosok Muhammad Al-fatih, sok atu neng dan bro sekalian. Baca buku tentang perjuangan beliau menaklukan kota Konstantinopel. Bayangkan penantian selama 825 tahun baru takluk itu kota Konstantin.

Materi yang disampikan oleh Ust. Felix pun kami dengar dan kami simak dengan jleas ddan penuh perhatian. Sampai-samapi titik komanya beliau saat bicara kami perhatikan. Memang luar biasa acar waktu itu , acara yag berjudul “ Beyond The Inspiration” yang sungguh memukau, sampai-sampai jarkon kata-kata Ust. Felix masih terngiang di telinga kami yaitu “ Life Is Choice”.

14 Agustus 2011

Mimpi di tengah jalan

Mungkin pas ngelihat judulnya loe-loe pasti bingung. Kok mimpi di tengah jalan??. Gini biar aku jelasin ya broo. Soalnya barusan tadi aku berangkat dari BJM ke BJB. Nah pas di tenagh jalan aku mimpi jadi presenter di TVRI Kal-Sel. Wah gemana serunya yaa, mimpin acara di televisi negeri di negeri sendiri di Banjarmasin tercinta dan terpanas karena mataharinya ini. Beeh , gak bisa dibayangkan pokoknya. Yang aku impikan tadi mengisi acara di ‘Baturai Pantun’. Wah asyik tuh kalau kita bisa ke sana. Entar aku ke sana aah. Kan enak tuh tampil gratis di tv. Entar aku juga mau iseng-iseng mau tampil di depan buat ngisi acaranya Om John Tralala sama si Anang itu. Ya mungkin loe-loe gak tahu ya. Acara di tvri yang sangat aku sukai yaitu baturai pantun itu. Acara yang sangat bagus bagiky. Membuat semua rakyat Banjar terhibur akan tingah laku sang presenter kocak. Makadari itu aku suak itu acara. Membuat kita seakan melagkah kea lam mimpi.

Nah aku juga maunya seperti itu broo. Kan asyik tuh kalau ngisi acara apalagi jadi presenter kondang, pasti duitnya banyak itu broo. Tapi jangan berpikir muluk-muluk dulu kita kalau ingin mengimpikan sesuatu itu. Musti kerja keras plus doa yang tak kunjung padam kaya membasmi api. Memang sih, pikiran ku sekarang ingin mencari uang sendiri. Kan enak tuh kalau sudah punya uang sendiri. Pengen itu pengen ini , terserah kita dah mau beli apa. Memang kerja keras itu penuh tantngan dan halangan yang menghadang. Maka dari itu, kita seharusnya langsung bangun dari mimpi kita dan meraih mimpi kita itu. Tips yang bagus sih menurutku kalau menghadapi pertanyaan Bagaimana sih caa mewujudkan mimpi??. Ya jawabannya adalah langsung bangunlah dari mimpi Anda, jangan sampai mimpi yang Anda buat menajdi mesin terlena dalm diri Anda. Bangun sesegera mungkin unutk menggapai mimpi itu. Lakukanlah cara-cara baik untuk mewujudkan mimpi itu. Begitu caranya….!!!

Nah mungkin perkataanku itu kalau tak direalsasikan dengan kenyataan juga akan menimpa diriku. Percuma dong kalau kita sebagai amnusa hanya bisa ngomong tanpa praktek. Aku saja sudah tahu teori itu dari Pak Ario Teguh langsung saja aku praktekkan di dalam kehidupan. Baik di kampus maupun di rumah di Banjarmasin atau di banjarbaru. Kalau tak begitu kita gak akan bisa maju-maju. Percuma juga kalau kita Cuma bisa terori tapi tak langsung praktek. Ingat teori cukup 10% sedangkan praktek yang harus diperbanyak yaitu 90%.

Contohnya nih ya, kan Pak Mario Teguh bilang waktu kemarin malam yang aku saksikan di televisi. Beliau bilang, “jadilah pribadi yang santun yang dapat menyantunkan kebaikan dan mempraktekkannya di dalam kehidupan diri sendiri maupun orang lain. Lalu perhatikan apa yang terjadi…!!. Nah setelah au dengar teori tersebut, langsung saja aku praktekkan. Walhasl selama seminggu aku praktek. Sudah jelas, orang-orang di sekelilingku lebih baik dan lebih sopan kepadaku jauh dari sebelumnya. Dalam hatiku pun berkata “wooooow’, supeeer sekaliiii…!!!!””

***

Terkadang hidup ini perlu santai juga, tak perlu disesali yang telah terjadi , baik itu buruk sekalipun. Hidup itu sudah ada yang emngatur dan memanage nya. Tinggal kita sebagai manusia untuk berusaha mendapatkan yang terbaik karena sesuatu hal yang belum kita duga pastinya akan dan tetap akan menjadi kenyataan. Coba lihat manusia yang ada di sekeliling kita. Baik tua maupun muda, ataupun miskin dan yang si kaya. Semuanya adalah sama do hadap Sang Maha Pencipta. Yang membedakan kamu semua jelas tahu kan?. Tentunya adalah iman dan takwanya saja. Memanh sih, tak bisa dipungkiri. Ibadah kita selalu dirasakan turun naik seperti gelombang di lautan sana. Bisa juga di bilang kaya gelombang di pantai Kute Bali sana. Itu hanya perumpamaan saja.

Aku lihat banyak sekali anusia yang seallau putus asa dalam hidupnya, padahala kita semua mengerti semua manusia itu sama poteninya. Coba saja lihat Presiden Amerika Serikat saja ada lho yang dulunya juga miskin. Bahkan percobaan dia menajdi orang kaya selalau gagal. Mulai dari berdagang sampai amsuk ke dunianpoltik pernah ia alami. Coba kita lihat juga actor ternama Silverster Stallone yang sebagai actor utama film ‘Rambo’. Wah tu kalau kamu tahu ceritanya jelas gak habis pikir deh. Aku saja sampai tercengang melihat kegagalannya. Bayangkan lho berates-ratus film sudah ia bintangi tapi tetap saja gagal. Tapi yang bedanya adalah ia seallau berusaha dan tanpa penyerah sedikitpun dalam benak pikirannya. Ahasil ia menjuarai film yang terkemuka di Holliwood sana. Yaitu film Rambo samapi saat ini masih terngat oleh ara pecinta film dari dulu sampai sekarang. Bahkan itu ibu sama bapakku aja sampai nyetel dan bilang “Waaah ini film buaaguuusss banget lho ki”. It terus yang dibilang oleh orang tuaku di saat aku masih kecil berumur 8 tahunn. Ya waktu itu ada film Rambo yang diputer, entah ke berapa kali diputarnya.

Nah di sini kita juga bisa belajar broo, betapa indahnya proses untuk mencapai keberhasilan yang ingin kita raih. Kita boleh kok berencana tapi ingat rencananya harus sesuaikan dengan potensi yang kita miliki. Kalau minatnya menjadi pelukis ya haruslah berlajar dan capai target setinggi-tingginya,yaitu berencanalah menjadi pelukis yang sangat terkenal di dunia. Begitu seharusnya. Janganlah kamu memiliki potensi berpidato tetapi malah ingin menjadi pelukis,itu sudah salah pada tempatnya. Maka kita harus benar-benar cermat..

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s