Cek tulisan doang jangan dianggap serius, ini tulisan paling jadul

Assalamu alaikum, sebuah awal sapaan yang bagus buat kita. Aku wibi, sekarang ada di Banjarmasin. Mendengar lagu instrument Another In Paradise. Sungguh lagu yang menyejukkan hatiku. Perjalanan puasaku belum berakhir sekarang. MAsih banyak pekerjaan lain selain puasa di bulan Ramadhan ini. Hari ketujuh ini sungguh membahagiakan hatiku. Sahur bersama kelaurga tercinta. Ayah, ibu, dan adikku duduk bersama di ruang keluarga ini.

Hari raya Idul Fitri masih lama lagi dijangkau. Masih lama waktu yang di tunggu. Hanya bersabar menunggu hari itu. Nikmati proses Ramadhan dengan kebahagiaan. Nikmati semua dengan nyaman tanpa beban. Hidup tanpa beban membuat hidup lebih bermakna. Tanpa paksaan yang menyiksa jiwa dan hati. Kalau hati dipaksa seakan perbuatan apapun menjadi tak ada bagusnya hasil yang diperoleh.

Aku hari ini tidur Cuma 2 jam saja. Mungkin gara-gara film di tv sangatlah bagus. Membuat mata menjadi terbelalak terus. Entah kenapa yaa, kok pas bulan Ramadhan ini yang di putar film yang bergenre Islam terus. Aku tadi melihat film perangnya Sultan Sholahudin yang membebaskan Kota Jerussalem. Bagus luar biasa kalau bisa di nlai film itu. Membuat mataku seakan tak ingin berpejam sedikitpun. Memang perjuagan Islam di tangan beliau harus diacungin bermilyar-milyar jempol manusia. Perjuangannya sungguh sangat mengahrukan. Banyak pejuang Islam gugur dalam pertempuran itu. Musuhnya melawan pasukan Salib dari kota Jerusalem itu. Pokoknya kalian harus nonton itu film. Siap-siap juga mata kalian sekaan tak ingin berpejam karena kedahsyatannya.

Terus aku sempat mengganti channel tv, ini acaranya beda lagi. INi acara bertemakan tausiah. AKu dengar sebentar saja. Tapiapa yang disampaikan sama sang ustadz sangatlah mengena di hati sanubariku yang paling dalam. Beliau menyampaikan, seharusnya umat Islam menjalani hidup ini bagaikan menjalani hari terakhir mereka di bumi, maka umat Islam akan terus bersemagat beribadah kepada ALLAH dan berjuang di bidang apa saja di bumi ini. Semua itu haruslah dilaukan semata-mata hanya karena ALLAH. Maka kamu akan selamat dunia dan akhirat.

***

At Banjarbaru, ruang seminar di MIPA.

                Do You know about this??. Ya itu saya ada di ruag MIPA sekarang nih. Ruang yang kumasuki pagi sekitar jam setengah 10. Ruangan ini ada acara yang sangat bagus di bulan Ramadhan. Ya sejenis kaya pesanren gitu lah. Tema nya tentang merekrut pemimpin dan masyarakat yang amanah. Selain amanah juga ada lagi lho yaitu di sini diceritakan juga untuk merekrut berbagai acam orang yang sangat kompeten dalam organisasi maupun perkumpulan yang baik tentunya.

Ternyata selama ini organisasi yang aku geluti yaitu KSI ASy-Syifa harus berbenah diri dulu. Ini yang sangat penting bagi kami. Perekrutan mahasiswa baru yang memiliki segudang potensi yang mereka miliki. Memang banyak sekali rintangan yang pastinya aku dapatkan dalam berorganisasi. Contohnya nih, organisasi yang ingin aku masuki yaitu BEM Fakultas Kedokteran. Aku ingin mengenal saja BEM itu seperti apa kegiatannya. Mudah atau sulit. Area medan pekerjaan organisasinya bagus atau tidak.

Percuma broo, kalau kita ini mahasiswa ataupun siswa tidak masuk ke organisasi. Dulu aku sering berbeda pendapat dengan orang tua. Orang tua ku dulu melearangku untuk masuk organisasi yang aku minati. Mereka itu maunya hanya aku harus masuk di KIR (Karya Ilmiah Remaja). Memang bagus itu kegiatan waktu di SMA. TApi aku setengah hati masuk di sana. Masalahnya hanya pada diri sendiri saja. Memang waktu dulu sangatlah sulit bagiku untuk mengenal lebih mesra berbagai organisasi. Sampai-sampai ilmu tentang organsasi sangatlah minim.

Akan tetapi kali ini sangatlha berbeda broo, aku paham benar namanya kegiatan yang bermanfaat. Contohnya saja hari ini. Aku langsung saja pergi ek Banjarbaru jam setengah 9 untuk mengikuti acara yang sangatlah bagus dan tentunya bagus untuk diri sendiri. Banyak sih temanku saat ini pada tidur semua atau mungkin mereka hanya santai-santai di rumah masing-masing. Ya mana tahu aku pribadi orang. Aku hanya bisa berpikiran positif saja kepada mereka. Satu kata yang prestisius buat kalian. Kualitas pribadi manusia memimpin diri sendiri maupun orang lain terletak pada keberaniannya bukan dari kemampuannya. Itu yang harus dicermati betul-betul.

Sobat yang dirahmati ALLAH sekalian. Waktu sahur tadi aku sangat menikmati. Beda banget dari sahur-sahur yang lain. Hari-hari yang dulu aku boseen alias ‘boring’ gitu. Tapi pas aku melihat ayahku mengetik, dan beliau meninggalkan laptopnya. Langsung saja aku otak-atik itu laptop sang komandan rumah. Aku lihat saja lagu-lagu. Ternyata banyak sekali download an beliau yaitu lagu instrument jaman dulu. Waaah asyiiik dah pokoknya. Mendengar lagunya saja hatiku sangatlah mendayu-dayu ingin berdansa. Layaknya pas sahur tadi serasa di restoran.

Ibuku saja sampai-sampai ke depan ruang keluarga untuk mendengarkan itu musik . Termasuk aku juga. Waaah waktu itu aku dalam kondisi belum makan sahur sedangkan yang lain sudah makan. Aku nikmatin saja sambil lihat OVJ. Mau tau ekspresiku waktu itu…??? Beeeeeehhhhh….wooooooooooww.

Nah saat ini aku lagi denger lagu yang aku copy paste di laptop ayahku. Nama lagunya “another Day in paradise’. Algu ini sangat aku suka broo. Sampai-samapi angan-anganku melayang samapi kelangt tujuh pokoknya. Serasa berdansa sama cewek broo. Cewek yang pastinya ku kenal dan kudambakan. Tapi hanya masih sekelebat saja bayangan cewek itu. Sungguh aku rasa beneran enak sahur tadi. Aku embayangkan suatu saat nanti aku berdansa pas waktu sahur di ruang kelaurga. Dengan ditemani lagu ini. Lagu yang membuatku sangatlah bergidik senang. Hahai…..

Berdansa dengan masih memakai baju tidur yang baru saja dipakai waktu tidur. Serasa surge di dunia kalau berdanasa ria dengan istri kelak. DItemanidengan suara merdu instruen di ruang keluarga yang berukuran lumayan besar. Perasaan yang membuncah saat ini seakan-akan menjadi-jadi saja. Perasaan yang alami tumbuh dalam hati.

***

Jam 10 malam

Halo pemirsa yang budiman. Sekarang sudah jam 10 nih. Tadi aku sholat tarawih di Masjid kampus Al-Baythar. Di sini aku menemukan perbedaan rasa saat beribadah. Kalau di masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin sana, aku selalu mengerjakan sholat tarawih 20 rakaat dan witir 3 rakaat. Nah tapi kalau di Al_Baythar sepertinya lebih enak lagi broo, bayangkan saja, tarawih Cuma 8 rakaat dan witirnya 3 rakaat. Waah tapi yang membedakannya adalah bacaan dari sang imam. Kalu di Sabilal sih, cepeeet bangeet. Nah kalau di Baythar, agak khusyuk sekali tapi kedua masjid ini menghabiskan waktu yang sepertinya sama yaitu jam 9 pas habisnya. Wah sama saja kalau begitu. Sempat terlintas di pikiranku. Ini sholat kok pendek bener Cuma 8 rakaat doang. Eh ternyata ini dibolehkan juga. Memang sih ada yang melakukan 8 atau 20 rakaat begitu. Semua itu tak masalah , intinya yaa menyembah sama ALLAH juga dan menyebut nama Rasul Muhammad. Sungguh subhanallah. Walau beda tapi tetap satu jua menyembah Sang Khalik. Allahu akbar, bergetar rasanya hati ini.

Oh ya aku belum menceritakan ilmu yang aku dapat dari pertemuan seminar tadi. Ini nih kata-kata motivasi yang aku dapat dari sana. “Mencari kaderisasinitu bukan dari cara pendaftaran tapi orangnya langsung di cari”. Melihat pendapat Ustadz tadi, aku mendapat pencerahan untuk merekrut anggota dalam organisasi manapun. Baik itu BEM, Hippocampus, KSI Asy-Syifa, dan lain-lain. Semuanya cara yang harus diterpkan adalah sang pendahulu terjun langsung mencari sang calon. Dengan pendekatan , nah barulah bisa di ajak itu calon anggota. Sungguh dah kalau kita terjun dari bawah sepertinya asyik juga. Terutama mendapat pengalaman yang lebih tentunya.

Kedua “Proses rekrutmen anggota organisasi adalah proses memfirasati orang”. Nah kalau ini sepertinya bahasa anak psikologi. Coba saja lihat dari kata-katanya yaitu kata ‘memfirasasti’. Bisa juga diidentikan dengan ilmu bahasa. Kata nya itu lho yang bikin orang sambil mikir tujuh keliling gak karuan. Tapi itu Cuma kata kiasan yang dilontarkan sama beliau. Pokoknya penuh inspiratif. Aku sampai teringat kata-kata Pak Mario Teguh. Beliau itu kalau menasehati orang memakai kalimat yang penuh imajinasional. Membuat orang semakin bertanya-tanya penasran dan ingin lagi di motivasi olehnya.

Lalu “ Kenyataan adalah proses hidup mengenal tantangan”. Nah ini seakan aku teringat oleh kehidupanku sendiri. Tantangan yang aku hadapi di area Banjarmasin dan Banjarbaru sangatlah beragam. Ini belum lagi area luar Jawa. Pengen rasanya merantau ke negeri orang. Di mana kek, kapan aja kek, sok atu neng. Aku jabanin pokoknya. Aku suka berpetualang apalagi pakai tas dan di bawa ke mana-mana tentunya. Memang hidup tanpa tantangan seakan tak pernah merasakan hidup yang sebanrnya. Dalam hidup kita ini sengaja atau tak sengaja kita pastiberkutat pada kenyataan pahit dan gembira. Orang-orang sukanya nagmbil gembiranya saja. Akan tetapi itu salah. Yang benar adalah kita harus merasakan dua-duanya. Itu baru namanya tantangan yang asli. Tantangan membuat jiwa dan ruh keberanian kita menjadi terasah tajam.

Lalu beliau di depan tadi menyampaikan masalah yang ada di masyarakat. Ini nih kata-kata beliau yang aku gak tahu namanya beliau, kalau tak salah Pak Soekotjo. Mungkin dari namanya orang Jogja kali. Kata beliau “ Masayarakat itu punya satu logika saja yaitu logika manfaat, jadi barang siapa yang dapat menembus dan memenuhi logika mereka, maka pastilah orang itu dapat membina masyarakat”. Kata beliau itu aku resapi dalam-dalam. Ternyata benar juga. Tak semua orang lho bisa memimpin orang lain. Perlu pembelajaran yang khusus mendapat keahlian tersebut dan tentunya latihan rutin.

Saat ini kata beliau “ Masyarakat tertarik hanya dalam hal menarik saja dibanding dengan suatu hal yang benar “. Memang benar sih, masayarakat sekarang sukanya langsung ambil caplok saja tanpa memikirkan baik buruknya yang mereka putuskan. Jelas akan rugi mereka kalau begitu. Apalgi menyangkut masalah agama. Sudah dipastikan masyarakatnya akan hancur kalau hanya tertarik pada apa yang sudah menjadi penarik perhatian.

Aku hari ini sekaan-akan mendapatkan ilmu motivasi yang penuh makna. Aku belajar dari mana saja. Aku sangatlah rajin kalau mendatangi semiar kepembicaraan seperti itu apalagi gratis. Aku juga mendapatkan hal-hal yang belum aku mengerti. AKu dapatkan secara Cuma-Cuma. Itu semua karena peran pergaulan. Tanpa pergaula yang bagus dan positif tak mungkin rasanya seorang manusia menajdi berhasil dalam impiannya.

Bisa diibaratkan pergaulan adalah pondasi utamanya, tiangnya adalah keberanian, atapnya adalah keteguhan dalam bergaul, dindingnya adalah pemahaman yang kuat akan pergaulan, dan interior dalamnya adalah tergantung kita saja lagi. Mau pergaulan di bawa kea rah mana. Bisa dalam bisnis, berteman biasa, berkeluarga, jalin silaturahmi, hanya ngobrol dan lain-lain, ataukah belajar. Tapi aku lebih condong ke bisnis sepertinya. Soalnya asyiiik banget broo kalau berbisnis itu. Menambah pengetahuan dan menambah relasi tentunya yang belum kita kenal.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s