Antara Mahasiswa Dengan Urusan Bisnis

Memang lagu itu penting buat penyemangat, tapi kalopilih lagu jangan yang galau galau ya, soalnya lagu galau itu gak majukan anak bangsa, sekarang gue mau transfer ilmu bisnis, gue mau ajak kalian bisa berpikiran besar, jangan hanya berpikiran cetek kaya dengkul di waktu banjir selutut, makanya dari seorang pengsuaha, muncul ide kreatif itu harus dan selalu menjadi factor utama andalan.

Gue pernah liat kakak tingkat buat cari duit untuk sesuap nasi, nah apalagi kakak tingkat yang udah pada gede , mereka gak berminsdetkan unutk minta duit lagi, bisa dikatakan mereka jijik minta minta sama kedua orang tua, soalnya mereka pengen cari duit sendiri, gue waktu cari duit sendiri, dan pertama kali gajihan di saat gue memprivate anak anak les, senengnya bukan main bro, walaupun Cuma 200 ribuan tapi senengnya bahagia banget, pokoknya kalo di hati mahasiswa itu nerima duit, beeh mahasiswa yang kaya gue pastinya jingkrak jingkrakan dan plus mesam mesem.

Baynagin aja bro, misalkan loe dari dulu sampai sekarang gak mendapatkan duit alias gak kerja, pastinya gak enak kan, nah pas kerja dan akhir bulan atau awal bulan menerima gaji, beeeh senengnya bukan main, nah gue perhatikan mahasisa itu pas banget cari duit, mkaanya gue mau transfer ide buat mahasiswa seluruh Indonesia, sampai ke Papua sekalipun, bahwa kalo jadi mahasiswa, ya udah cari duit , belaar organisasi, dan tentu yang paling utama adalah belajar kuliah juga jangan ditinggalin, berbeda banget lho bro kalo loe cari duit sendiri sama diberi duit sama orang tua, kalo minta duit saa orang tua, bagi gue adalah hinaan bagi lubuk hati terdalam, coba bayangkan, awak sudah gede, tapi terus minta duit sama  orang tua, mau ditaroh dimaa muka kita , malu sama kecoa !

Gue juga punya teen kampus yang sehari harinya itu berpikiran berkawan, gak ada yang salah sama berkawan yang banyak, malahan dia dapat link banyak, tapi satu aja salahnya, mindset dia masih minta duit sama orang tua, wajar orang tuanya masih kaya, kalo sewaktu waktu orang tuanya mati mendadak, dan ternyata orang tua dia banyak hutang dan mobilmobil dan rumah nvestasi lainnya harus d sita bank, hmmm apa jadinya sia anak yang udah gede namun belum bermindsetakan cari duit?bakalan runyam kan jadinya…

Duit itu bukan segalanya, namun duit yang ada pada diri kita kalo diberikan kepada hal yang kebaikan , insya Allah akan berlipat ganda di balasa sama Allah.

Oh y ague au kritik nih sama para penulis yang maish malu menuliskan lafadz Allah, bagi gue penulis yang kaya gitu gak perlu dibaca bukunya, soanya dia menuliskan aja susah, apalagi menyembah Allah dan sholat lima waktu.

Berbisnis itu gak ada susahnya, yang gue telusurin dan gue pelajari sekarang adalah property, bagigue ini hal yang baru selepas ngampus di fakultas tercinta, gak ada ilmu yang gue dapatkan di kampus terkait ini, jujur gue bosen sama namanya ngampus, apalagi duduk mendengar cerita dari sang dosen, palingan gitu gitu aja, ini bukannya gue nyuruh kalian untuk membenci kuliah ya, bukan sama sekali, tapi gue mau ceritakan apa adanya aja, kuliah itu bagus kok, tapi ada saatnya di hati manusia itu mengatakan bosan, yaah jadi boseen gitu deh,gue kayanya salah masuk jurusan atau gemana ya, kalo di tes bakat di bimbel,cocoknya jadi humas, koordintor, pengusaha, guru, dan lain lain, nah kata kesehatan sama sekali gak ada, tapi bisa dihubungkan kali ye, dengan nama pemimpin kan bisa tuh jadi pemimpin kesehatan misalkan RS atau puskesmas, tapi asli akhir akhirini tepatnya 2 tahun terakhir gue lebih suka namanya bisnis, soalnya gak munafik juga bro, itu kalokita bicara bisnis, pasti kebayang uang banyak, terus biasanya kalo gue dapatkan uang dari sebuah event gitu atau ngisi acara, gue bawaanya nguras abis duit yanga da di dompet , trus gue cemplungin langsung ke kotak amal atau ke badan ail zakat atau langsung orang yang memmbutuhkan, ini bukannya gue sombong ya, tapi gue pengen lo juga kaya gue, sedekah yang banyak.

Bener bener, pucuk di tiba ulam pun tiba, rejeki dan ide begitu banyak mengalir, jadi rencana yang ada dipikiran kan gak enak kalo gak di ekspresikan dan di actionkan, makanya kalo berbisnis itu musti jala kedua otaknya, kalo orang berbsinis make otak kiri, kelamaan bro, bakalan gak ke action action tuh rencana matang bisnisnya, nah kalo orang bertipe bisnis dengan make otak kanan, nah ini juga bahaya, soalnya dia asal tabrak aja,gak pake mikir, dia mending action nyata dibanding planning, nah gitu kalo dia.

Bagi gue semua otak harus jalan, gue awalnya mikir harus berbisnis ya harus mikir pake otak kanan, tapi asumsi gue itu salah setelah ikut seminar, di pikir pikir ternyata ada benernya juag harus keduanya make otak, tapi ada satu lagi nih yangbaik yaitu kolaborasi antara IQ, EQ, dan SQ. Spiritual Quotient juga penting, soalnya itu hubungannya dengan Allah langsung, jadi kalo bersedekah dijalan Allah dengan make uang bisnis kita itu gak masalah cuy, asalkan dalam kebaikan itu duit pasti dig anti sama Allah dengan jalan yang tidak kita sangka-sangka.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s