MEMIMPIN RAKYAT DAN MENGHADAPI TANTANGAN (Apakah SBY patut dicontoh sebagai figur pemimpin?, menurut saya Nabi Muhammad lah yang pantas :)

The Common Touch
Dalam kunjungan SBTY ke KBRI Kuala Lumpur 9 bulan setelah itu apa yang dijanjikan SBY semuanya terlaksana dan bahkan banyak yang lebih baik darai yang diperkiraka SBY.
 
Menjaga Kepercayaan Rakyat
Bagi seorang pemimpin, suatu asset yang paling mahal adalah kepercayaan rakyat. Kepercayaan rakyat ini sulit ditebak dan sangat mudah berbalik arah.
Kepercayaan rakyat berfungsu seperti bursa saham atau nilai tukar mata uang; kadang konstan, namun lebih sering naik turun. Begitua kepercayaan ini sirna, akan sulit sekali untuk mendapatkannya kembali.
Saya kira SBY adalah presiden yang paling banyak mengandalkan SMS dalam sejarah Indonesia, yang digunakannya untuak mendapatkan masukan langsung dari rakyat biasa.
 
Jangan Mengumbar Janji
Sewaktu kampanye, SBY sangat hati-hati sekali menyusun visi dan misi pemerintahnya, setiap angka, stiap target, diteliti “Apakah ini realistis? Bagaimana mencapaianya? Apakah dapatdicapai dalam 5 tahun?” Menurut Dr. Joyo Winoto, Penasehat SBY sewaktu pemilu 2004, SBY selalu mengingatkan tiam kampenye “Saya tidak mau memberikan janji muluk-muluk pada rakyat”.
 
Pemimpin Harus Konsisten Menjaga Warna Politiknya
SBY tidak mendendam terhadap orang-orang yang mencoba menzaliminya dan selalu melawan politik kotor dengan politik bersih. SBY mengembalikan kearifan dan kesantunan dalam berpolitik, satu ciri khas bangsa Indonesia yang belakangan ini mulai luntur. dengan demikian, SBY menaikkan standar politik nasional dan meningkatkan mutu demokrasi. Dan ini merupakan bagian dari modernisasi Indonesia yang sebenarnya.
 
Akhlak dan Moralitas Seorang Pemimpin   
Menurut SBY, “yang paling penting dalam politik adalah akhlak” politik yang berakhlak berarti “melakukan segala sesuatu dengan tujuan baik, itikad baik, dan dengan hati yang bersih”. Kalau pemimpin sudah kehilangan akhlak, maka ia akan buta dalam membuat keputusan.
SBY selalu menegaskan “kita harus terus menjaga tali silaturahim. Politik bisa beda, kepentingan bisa beda, tapi jangan kita kehilangan tali silaturahim”.
 
Kalah Itu Lumrah Dan Berkah  
Ada pepatah mengatakan bahwa kalau ingin melihat watak seorang pemimpin, simaklah perilakunya bukan sewaktu ia amenang namun sewaktu ia kalah. Dalam ajaran agama, keimanan seseorang juga terlihat manakala ia menapatkan cobaan dana ujian, baukan hanya sewaktu ia mendapatkan nimmat dan kesenangan.
Bati SBY, yang terpenting dalam menerima kekalahan bukan hanya keikhlasan, namun interospeksi diri. SBY pernah mengatakan “Jangan buruk muka cermin dibelah”. Politisi yang ulung selalu berupaya mengambil himmah dari kemunduran. Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda, jika setiap orang mau belajar dari kekalahan tersebut.
 
Melawan Fitnah
Semua pemimpin pasti tahu bahwa semakin tinggi ia mencapai puncak kekuasaan, semakin deras cobaan yang akan dihadapinya. Presiden SBY datang bersama Ibu ani ke Polda Metro Jaya untuk menyampaikan pengaduan bahwa dirinya dan keluarga telah difitnah. Waktu itu, saya dan Andi ikut menandatangani surat pengaduan SBY sebagai saksi.

Presiden SBY ingin menunjukkan bahwa beliau tidak semata-mata memainkan tangan kekuasaan dan beliau datang bukan sebagai Presiden republic Indonesia, namun sebagai waraga Negara Indonesia yang dizalimi.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s